Tafsir Al-Ma'arij Ayat 8

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Ma'arij:8)

Dalam ayat ini, Allah menerangkan saat-saat kedatangan azab serta keadaan manusia waktu itu. Azab datang kepada orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti perak yang mencair karena dipanaskan, dan pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin. Kebingungan dan penderitaan dihadapi manusia pada waktu itu. Masing-masing tidak dapat menolong orang lain, tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Pada hari ketika langit) lafal ayat ini bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yaitu azab itu terjadi pada hari ketika langit (menjadi seperti luluhan perak) seperti leburan perak.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Pada saat langit seperti perak yang meleleh dan gunung-gunung seperti bulu yang beterbangan, tidak ada seorang teman dekat pun yang menanyakan temannya, "Bagaimana kabarmu?" Semuanya sibuk dengan dirinya sendiri.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Ma'arij (المعارج)

Arti:

Tempat Naik

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

44 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.<br>Perkataan <i>Al Ma'arij</i> yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari <i>Mi'raj</i>, diambil dari perkataan Al Ma'arij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa <i>tempat naik</i>. Sedang para ahli tafsir memberi arti bermacam-macam, di antaranya <i>langit</i>, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga.