Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Qamar:7)
Mereka akan keluar dari kubur dalam keadaan pandangan mereka tunduk, karena tidak sanggup memandang kedahsyatan yang terjadi pada hari itu, dan ketika mereka bersama-sama keluar dari kubur, tergopoh-gopoh menuju ke tempat perhitungan amal sesuai dengan panggilan, laksana belalang-belalang yang beterbangan di udara. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. (alQari'ah/101: 4)
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. (alQari'ah/101: 4)
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Sambil menundukkan) keadaan mereka pada saat itu hina Menurut suatu qiraat dibaca Khaasyi'an (pandangan-pandangan mereka) lafal Khusysya'an menjadi Hal atau kata keterangan keadaan dari Fa'il (mereka keluar) yakni manusia semuanya (dari kuburan) dari tempat-tempat mereka dikuburkan (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) mereka tidak mengetahui hendak ke manakah tujuan mereka, karena tercekam oleh rasa takut dan bimbang yang amat sangat. Jumlah kalimat Ka annahum dan seterusnya menjadi Hal dari Fa'il yang terkandung di dalam lafal Yakhrujuna, demikian pula firman selanjutnya, yaitu,
Tafsir Quraish Shihab dkk
Pandangan mereka tertunduk karena dahsyatnya bencana itu. Mereka keluar dari kuburnya bagaikan bagaikan belalang yang beterbangan karena begitu banyak dan cepatnya mereka.
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-Qamar (القمر)
Arti:
Bulan
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
55 Ayat
Deskripsi:
Surat Al Qamar terdiri atas 55 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesedah surat Ath Thaariq. Nama <i>Al Qamar</i> (bulan) diambil dari perkataan <i>Al Qamar</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.