Tafsir Kementerian Agama RI
(QS. Sad:59)
Para malaikat berkata kepada orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka lebih dahulu di waktu mereka menghalau rombongan kafir yang lain yang banyak jumlahnya, "Inilah rombongan yang lain yang dihalau ke dalam neraka agar mereka tinggal di dalamnya bersama-sama dengan kamu." Rombongan yang telah masuk dahulu ke dalam neraka, melihat rombongan yang baru yang sedang digiring itu, berkata, "Itu adalah rombongan yang banyak jumlahnya yang akan menghuni neraka bersama-sama kita, maka kecelakaan akan menimpa mereka pula seperti kecelakaan yang telah menimpa kita dan mereka akan dibakar hangus seperti kita."
Tafsir Jalalain (Indonesia)
Dan dikatakan kepada mereka sewaktu mereka diseret ke dalam neraka bersama dengan para pengikutnya ("Ini adalah suatu rombongan) suatu gelombang (yang masuk berdesak-desak) dijejalkan masuk (bersama kalian") ke neraka. Kalimat itu dikatakan kepada mereka dengan nada yang keras; maka berkatalah pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka, ("Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka) artinya, tiada kelapangan buat mereka (karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.")
Tafsir Quraish Shihab dkk
Dikatakan kepada para pemimpin orang-orang musyrik yang durhaka, "Ini adalah sekelompok orang yang masuk neraka dengan penuh kesulitan dan berdesak-desakan. Mereka itu adalah para pengikut kalian." Para pemimpin itu kemudian berkata, "Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka dan merasakan panasnya."
Informasi Surat
Deskripsi:
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar. Dinamai dengan <i>Shaad</i> karena surat ini dimulai dengan <i>Shaad</i> (selanjutnya lihat no. <a href="s002a001.htm">[10)</a>). Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Quran, untuk menunjukkan bahwa Al Quran itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Quran ini adalah mukjizat Nabi Muhammad s.a.w. yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.