Tafsir Al-Ma'arij Ayat 32

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Ma'arij:32)

Dalam ayat ini, Allah menerangkan syarat-syarat lain yang dapat menghilangkan sifat suka berkeluh-kesah dan kikir, yaitu memelihara amanat yang dipercayakan kepadanya, baik berupa amanat Allah, seperti wajib beriman, mengerjakan salat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, berjihad, dan sebagainya, maupun amanat manusia terhadap dirinya, seperti memelihara kemaluan, memenuhi janji, dan sebagainya. Amanat ialah suatu perjanjian untuk memelihara sesuatu yang dilakukan oleh hamba kepada Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain.

Sanggup memelihara amanat termasuk salah satu dari sifat orang muslim, dan sifat ini pulalah yang membedakan orang mukmin dari orang munafik. Nabi Muhammad bersabda:

Nabi Muhammad bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: apabila ia berkata, ia berdusta, apabila ia berjanji, ia ingkar (menyalahinya), dan apabila ia diberi amanat, ia berkhianat.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan orang-orang yang terhadap amanat-amanat mereka) menurut suatu qiraat lafal amaanaatihim dibaca dalam bentuk mufrad atau tunggal, sehingga bacaannya menjadi amaanatihim, yakni perkara agama dan duniawi yang dipercayakan kepadanya untuk menunaikannya (dan janji mereka) yang telah diambil dari mereka dalam hal tersebut (mereka memeliharanya) benar-benar menjaganya.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Keenam, orang-orang yang memelihara amanat Tuhan, amanat manusia dan tidak mengkhianati komitmen mereka kepada Tuhan dan manusia. Ketujuh, orang-orang yang melaksanakan persaksian dengan benar tanpa menyembunyikan sesuatu yang diketahuinya. Dan, kedelapan, orang-orang yang memelihara salat mereka dengan melaksanakannya sebaik mungkin.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Ma'arij (المعارج)

Arti:

Tempat Naik

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

44 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.<br>Perkataan <i>Al Ma'arij</i> yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari <i>Mi'raj</i>, diambil dari perkataan Al Ma'arij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa <i>tempat naik</i>. Sedang para ahli tafsir memberi arti bermacam-macam, di antaranya <i>langit</i>, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga.