Tafsir Muhammad Ayat 16

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Muhammad:16)

Ayat ini menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad membacakan Al-Qur'an, di antara yang mendengar terdapat orang-orang munafik, namun mereka tidak memahami bacaan beliau. Setelah mereka pergi meninggalkan Nabi, mereka bertanya kepada sahabat-sahabat Nabi yang berilmu dan memahami semua perkataannya, "Apakah yang dikatakan Muhammad dalam pertemuan tadi?" Pertanyaan ini adalah sesuatu yang tidak ada faedahnya.

Tujuan mereka melakukan yang demikian tidak lain hanyalah untuk memperolok-olok ucapan Rasulullah. Mereka seakan-akan memahami ucapan beliau, sehingga mereka bertanya dan memberikan tanggapan, dengan mengatakan bahwa yang diucapkan Rasulullah itu tidak ada artinya sedikit pun bagi mereka.

Diriwayatkan oleh Muqatil bahwa Nabi Muhammad berkhutbah dan menerangkan keburukan budi pekerti orang munafik dan di antara yang mendengar khutbah itu ada pula orang munafik. Setelah khutbah selesai, orang munafik itu keluar dan bertanya kepada 'Abdullah bin Mas'ud dengan maksud memperolok-olok dan merendahkan Rasulullah. Di antaranya mereka mengatakan, "Apa yang dikatakan Muhammad tadi?" Ibnu 'Abbas berkata, "Saya pun pernah ditanya dengan pertanyaan seperti itu."

Kemudian ayat itu menerangkan apa sebab kaum munafik melakukan yang demikian. Orang-orang yang telah diterangkan sifat-sifatnya itu adalah mereka yang telah dicap dan dikunci mati hatinya, sehingga mereka tidak dapat lagi menerima petunjuk dan kebenaran yang telah disampaikan kepada mereka.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan di antara mereka) orang-orang kafir itu (ada orang yang mendengarkan perkataanmu) sewaktu kamu berkhutbah Jumat, mereka adalah orang-orang munafik (sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang-orang yang telah diberi ilmu pengetahuan) dari kalangan sahabat Nabi saw. antara lain adalah Ibnu Masud dan Ibnu Abbas r.a.; mereka mengatakan kepadanya dengan nada sinis dan mengejek, ("Apakah yang dikatakannya tadi?") dapat dibaca Aanifan atau Anifan, maksudnya kami kurang jelas. (Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah) dengan kekafiran (dan mengikuti hawa nafsu mereka) dalam kemunafikan.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Di antara orang-orang kafir ada golongan yang mendengar ucapanmu, wahai Muhammad, tetapi tidak mau beriman kepadamu dan tidak pula mengambil manfaat dari ucapanmu. Apabila mereka keluar dari tempatmu, mereka berkata kepada orang-orang yang diberi ilmu dengan nada mengejek, "Apa lagi yang akan diucapkan Muhammad sekarang?" Mereka adalah orang-orang yang hatinya telah ditutup oleh Allah dengan kekafiran sehingga mereka menolak kebenaran dan mengikuti hawa nafsu mereka.

Informasi Surat

Nama Surat:

Muhammad (محمّد)

Arti:

Muhammad

Tempat Turun:

Madinah

Jumlah Ayat:

38 Ayat

Deskripsi:

Surat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid. Nama <i>Muhammad</i> sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Pada ayat 1, 2, dan 3 surat ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad s.a.w merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya. Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad s.a.w adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.<br>Dinamai juga dengan <i>Al Qital</i> (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.