Tafsir Fatir Ayat 14

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Fatir:14)

Ayat ini menerangkan bahwa tuhan-tuhan yang mereka persekutukan dengan Allah tidak dapat mendengar apabila diseru oleh penyembahnya, karena hanya berupa benda mati yang tidak bernyawa. Andaipun dapat mendengar seruan penyembahnya, tuhan-tuhan itu tidak akan dapat berbuat apa-apa, serta tidak dapat melayani dan mengabulkan permintaan mereka di hari kiamat nanti. Tuhan-tuhan itu berlepas diri dari mereka, tidak mau bertanggung jawab, dan bahkan berkata, "Sebenarnya mereka itu tidaklah menyembah kami, tetapi menyembah hawa nafsu mereka, dan sesuatu yang dianggap baik menurut ajakan dan bujukan setan." Allah berfirman:

Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (se-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)

Ayat 14 ini ditutup dengan ketegasan bahwa pemberitaan mengenai tuhan-tuhan yang menjadi sembahan kaum musyrikin adalah benar dan tidak mungkin keliru, karena informasi itu berasal dari Allah, Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu dengan pasti. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, baik di bumi maupun di langit. Firman Allah:

Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit. (ali 'Imran/3: 5

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Jika kalian menyeru mereka, tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar) seumpamanya (mereka tidak dapat memperkenankan permintaan kalian) mereka tidak dapat memenuhi permintaan kalian. (Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian) disebabkan kalian menyekutukan Allah bersama mereka. Maksudnya, mereka tidak bertanggung jawab terhadap penyembahan kalian kepada mereka (dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada kalian) tentang keadaan dua negeri yaitu dunia dan akhirat (sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui) yaitu Allah swt. sendiri.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Jika kalian berseru kepada sembahan-sembahan selain Allah, mereka tak akan dapat mendengar seruan kalian. Seandainya pun mereka dapat mendengar, mereka pasti tak akan dapat mengabulkan permohonan kalian. Kelak di hari kiamat, para sembahan itu akan mengingkari perbuatan kalian menjadikan mereka sebagai sekutu-sekutu Allah. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengabarkan kepada kalian perihal kehidupan akhirat seperti ini kecuali Allah yang Mahatahu dengan pengetahuan yang terperinci.

Informasi Surat

Nama Surat:

Fatir (فاطر)

Arti:

Maha Pencipta

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

45 Ayat

Deskripsi:

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al Quran yang dimulai dengan <i>Alhamdulillah</i>. Dinamakan <i>Faathir</i> (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan <i>Faathir</i> yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini. Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya. Surat ini dinamai juga dengan <i>surat Malaikat</i> karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.