Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-A'raf:90)
Orang-orang kafir di antara kaum Nabi Syuaib, yaitu pemuka-pemuka mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan rasul-Nya sudah berbuat kezaliman, antara lain dengan menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Nabi Syuaib dan agama yang dibawanya, mereka berkata: "Jika kamu beriman dan mengikuti seruan Syuaib yang mengajak kepada agama tauhid, niscaya kamu akan merugi akibat perbuatan itu karena meninggalkan agama nenek moyang yang kamu anut selama ini. Kamu akan kehilangan kemuliaan dan kehormatan, karena dengan mengikuti Syuaib kamu akan menganggap bahwa nenek moyang kamu adalah orang-orang yang sesat dan akan diazab oleh Allah. Di samping itu, kamu juga akan kehilangan harta benda dan keuntungan yang berlipat ganda dalam perdagangan karena agama Syuaib tidak memperbolehkan melakukan penipuan dalam berjual beli, terutama mengenai takaran dan timbangan.
Pemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib jelas bersikap angkuh dan kufur. Sikap angkuh ini timbul karena mereka berkuasa di negeri itu, sifat inilah yang mendorong mereka untuk mengeluarkan ancaman kepada Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk mengusir mereka dari Madyan. Sedang sifat kufur mereka telah menyebabkan mereka bertindak untuk menghalang-halangi orang lain menganut agama Allah yang dibawa oleh Nabi Syuaib. Mereka adalah orang-orang yang sesat, dan berusaha untuk menyesatkan orang lain.
Pemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib jelas bersikap angkuh dan kufur. Sikap angkuh ini timbul karena mereka berkuasa di negeri itu, sifat inilah yang mendorong mereka untuk mengeluarkan ancaman kepada Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk mengusir mereka dari Madyan. Sedang sifat kufur mereka telah menyebabkan mereka bertindak untuk menghalang-halangi orang lain menganut agama Allah yang dibawa oleh Nabi Syuaib. Mereka adalah orang-orang yang sesat, dan berusaha untuk menyesatkan orang lain.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata,) sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain ("Sesungguhnya jika) lam adalah untuk qasam atau sumpah (kamu mengikut Syuaib, tentu jika kamu berbuat demikian menjadi orang-orang yang merugi.")
Tafsir Quraish Shihab dkk
Sampai di sini, kaum Syu'aib merasa putus asa menundukkan Syu'ayb dan pengikutnya. Mereka tetap teguh pada agama mereka. Mereka merasa cemas pengikut Syu'ayb akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah. Karena itulah para pembesar mereka yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan mengatakan, "Demi Tuhan, jika kalian tunduk kepada Syu'ayb dengan menerima ajakannya, maka sesungguhnya kalian telah merugikan kehormatan dan kekayaan kalian dengan mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian."
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-A'raf (الاعراف)
Arti:
Tempat Tertinggi
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
206 Ayat
Deskripsi:
Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat <i>Assab 'uththiwaal</i> (tujuh surat yang panjang). Dinamakan <i>Al A'raaf</i> karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.