Tafsir Taha Ayat 89

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Taha:89)

Pada ayat ini Allah menerangkan bagaimana bodohnya kaum Musa itu karena tidak dapat mempertimbangkan sesuatu dengan seksama apakah ia buruk atau baik, dapat diterima akal atau suatu yang mustahil. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung itu adalah benda mati yang tidak berdaya apa-apa tidak dapat berbicara dan tidak dapat menjawab pertanyaan apalagi akan memberikan pertolongan atau menolak suatu bahaya. Sedangkan sapi yang sebenarnya yang bernyawa, bergerak sendiri dapat menanduk dan menyepak dapat mengangkat barang atau menarik gerobak tak ada orang yang berakal sehat yang mau menyembahnya, tetapi mereka menerima dan mau saja disuruh menyembah patung anak sapi yang berupa benda mati itu.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu) lafal Allaa merupakan gabungan daripada Ann yang ditakhfif dari Anna dan Laa, sedangkan isim Ann tidak disebutkan, asalnya Annahu Laa, artinya, bahwasanya anak lembu itu (tidak dapat memberi) tidak dapat memberikan (jawaban kepada mereka) yakni tidak dapat menyahuti perkataan mereka (dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka) maksudnya tidak dapat menolak kemudaratan yang menimpa mereka (dan tidak pula kemanfaatan?) tidak dapat mendatangkan kemanfaatan buat mereka. Maksudnya, mengapa mereka menjadikannya sebagai Tuhan?

Tafsir Quraish Shihab dkk

Penglihatan mereka sungguh telah buta ketika mereka menganggap anak sapi itu sebagai Tuhan! Apakah mereka tidak tahu bahwa anak lembu itu tidak dapat merespons ucapan-ucapan mereka, menolak kesengsaraan dan mendatangkan manfaat kepada mereka?

Informasi Surat

Nama Surat:

Taha (طٰهٰ)

Arti:

Taha

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

135 Ayat

Deskripsi:

Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai <i>Thaahaa</i>, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf <i>thaahaa</i> dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut: