Setelah Nabi Ibrahim memohon pahala keduniawian, yakni dengan dijadikan nama baiknya sebagai suri teladan bagi orang-orang sesudahnya, ia pun berdoa pula agar menikmati balasan amalnya di akhirat. Yakni nikmat kesenangan surga beserta orang-orang yang diperkenankan masuk ke dalamnya. Ungkapan ayat ini memakai kata-kata "yang mewarisi surga", karena diserupakan dengan kesenangan yang diperoleh seorang raja dalam kerajaan yang diwarisi dari bapaknya.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan) yakni di antara orang-orang yang memperolehnya.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Masukkanlah aku ke dalam golongan hamba-Mu yang dianugerahi kenikmatan surga, sebagai balasan dari keimanan dan ibadah mereka kepada-Mu.
Informasi Surat
Nama Surat:
Asy-Syu'ara' (الشعراۤء)
Arti:
Para Penyair
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
227 Ayat
Deskripsi:
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan <i>Asy Syu'araa'</i> (kata jamak dari <i>Asy Syaa'ir</i> yang berarti penyair) diambil dari kata <i>Asy Syuaraa'</i> yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.
Bookmark Saya
Pengaturan
Tentang
dQuran | Al-Quran Tafsir Digital adalah aplikasi web untuk membaca Al-Quran lengkap 30 juz dengan terjemahan bahasa Indonesia dan berbagai tafsir.