Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Yunus:84)
Setelah Musa melihat orang-orang yang beriman dalam keadaan ketakutan, maka dia menyerukan kepada mereka agar bertawakkal kepada Allah jika mereka benar-benar beriman kepada-Nya disertai dengan penyerahan diri dan ketaatan yang mutlak terhadap perintah dan larangan Allah. Keimanan tanpa pengamalan yang nyata terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya, adalah keimanan yang tidak bermakna. Tawakkal kepada Allah akan lahir dari jiwa orang yang beriman dan dia taat mengamalkan ajaran agamanya dalam batas kemampuannya. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua kaum Bani Israil itu beriman kepada Musa sewaktu mereka berada di Mesir. Di samping beriman kepada Allah, hendaknya seseorang beriman kepada Rasul. Barulah ia menjadi seorang Muslim yang berserah diri dan taat terhadap perintah dan larangan agama yang dibawa Rasul itu. Orang-orang Yahudi sesudah selamat meninggalkan bumi Mesir dan tiba di Sinai, mereka menuntut kepada Musa agar dibuatkan patung Tuhan bagi mereka. Kemudian, ketika mereka ditinggalkan Musa yang akan menerima wahyu di bukit Sinai, mereka menjadikan anak lembu sebagai Tuhan dan menyembahnya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidak seluruh orang Yahudi beriman dan taat kepada ajaran Musa a.s.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Berkata Musa, "Hai kaumku! Jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja jika kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri.")
Tafsir Quraish Shihab dkk
Untuk memberi dorongan dan harapan kepada orang-orang yang telah beriman, Mûsâ pun berkata, "Wahai kaumku, bila keimanan dan keikhlasan kepada Allah telah merasuk ke lubuk hati, maka janganlah kalian merasa takut kecuali kepada-Nya. Serahkanlah diri kalian, dalam segala hal, kepada Allah. Dan yakinlah, jika kalian benar-benar tetap dalam kepasrahan (Islam)."
Informasi Surat
Nama Surat:
Yunus (يونس)
Arti:
Yunus
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
109 Ayat
Deskripsi:
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi Muhmmad s.a.w. berada di Madinah. Surat ini dinamai <i>surat Yunus</i> karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus a.s. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.