Tafsir Ghafir Ayat 83

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ghafir:83)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa kepada umat-umat terdahulu telah datang rasul-rasul yang diutus Allah dengan membawa dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang kuat dan nyata. Akan tetapi, mereka tetap mengingkarinya bahkan menentang seruan para rasul itu. Mereka memperlihatkan kepada para rasul itu betapa kuatnya keyakinan mereka terhadap agama yang mereka anut. Mereka menyangka bahwa ilmu yang mereka peroleh itu adalah ilmu yang tiada tara sehingga mereka memperolok-olokkan para rasul itu. Orang-orang kafir itu akan ditimpa azab yang berat di akhirat.

Ucapan-ucapan mereka itu disebutkan dalam firman Allah:

¦ Dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. (al-Jatsiyah/45: 24)

Dan firman Allah:

¦Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami¦ (al-An'am/6: 148)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan) yakni mukjizat-mukjizat yang nyata (mereka merasa senang) orang-orang kafir itu (dengan apa yang ada pada mereka) yakni rasul-rasul itu (yaitu pengetahuan mereka) pengertian gembira di sini mengandung makna ejekan dan olok-olokan seraya ingkar kepada apa yang didatangkan oleh para rasul itu (dan menimpalah) maksudnya, turunlah (kepada mereka apa yang selalu mereka perolok-olokkan itu) yaitu, azab Allah yang selalu mereka ejek itu.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Pada saat umat-umat itu didatangi oleh para rasul dengan membawa syariat yang jelas, mereka malah membanggakan ilmu pengetahuan dunia yang mereka punyai, dan sebaliknya meremehkan ilmu para rasul. Maka mereka kemudian ditimpa azab yang pernah dijanjikan para rasul dan mereka remehkan itu.

Informasi Surat

Nama Surat:

Ghafir (غافر)

Arti:

Maha Pengampun

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

85 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar. Dinamai <i>Al Mu'min</i> (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan <i>mukmin</i> yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.<br>Dinamakan pula <i>Ghafir</i> (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat <i>Ghafir</i> yang terdapat pada ayat 3 surat ini. Ayat ini mengingatkan bahwa <i>Maha Pengampun</i> dan <i>Maha Penerima Taubat</i> adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai <i>Dzit Thaul</i> (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.