Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-A'raf:82)
Ayat ini menerangkan reaksi kaum Lut terhadap kecaman dan nasihat yang dikemukakan oleh Nabi Lut yang disertai dengan alasan-alasan yang logis dan tidak dapat dibantah. Namun demikian mereka tetap menolak kebenaran. Beberapa pemuka mereka mengeluarkan perintah agar Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman kepadanya diusir dari kampung halaman mereka dengan alasan bahwa Nabi Lut dan orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang bersih dan tidak patut berkumpul dengan mereka, karena mereka adalah orang-orang yang rusak dan kotor. Oleh karena itu, sebaiknya Nabi Lut dan pengikutnya tidak sekampung dengan mereka, karena antara mereka dengan Nabi Lut terdapat perbedaan dalam budi pekerti. Mereka melakukan perbuatan yang keji dengan bangga, sedang Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang membersihkan diri dari perbuatan terkutuk itu. Sambil mengejek, mereka menghendaki agar Nabi Lut dengan pengikutnya diusir, dengan demikian mereka tetap dapat berbuat secara bebas tanpa ada yang mengganggu mereka.
Alangkah rendahnya akhlak kaum Lut itu, tanpa rasa malu mereka bangga melakukan perbuatan maksiat yang berbentuk kutukan seraya menghina orang-orang yang berbudi pekerti luhur. Hanya manusia yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudianlah yang dapat jatuh ke dalam martabat yang rendah ini.
Alangkah rendahnya akhlak kaum Lut itu, tanpa rasa malu mereka bangga melakukan perbuatan maksiat yang berbentuk kutukan seraya menghina orang-orang yang berbudi pekerti luhur. Hanya manusia yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudianlah yang dapat jatuh ke dalam martabat yang rendah ini.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Usirlah mereka) Luth dan pengikut-pengikutnya (dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.") dari mendatangi dubur laki-laki/homosek.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Penolakan atas perbuatan yang sangat keji itu dijawab oleh kaumnya dengan hanya mengatakan, "Usirlah Lûth beserta keluarga dan para pengikutnya dari kota kalian ini. Sebab mereka menyucikan diri dan menjauhi perbuatan yang jelek menurut akal dan fitrah tetapi dipandang baik oleh mereka."
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-A'raf (الاعراف)
Arti:
Tempat Tertinggi
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
206 Ayat
Deskripsi:
Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat <i>Assab 'uththiwaal</i> (tujuh surat yang panjang). Dinamakan <i>Al A'raaf</i> karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.