Tafsir Ghafir Ayat 76

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ghafir:76)

Lalu orang-orang kafir itu diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka melalui pintu-pintunya, sesuai dengan keadaan perbuatan jahat yang telah mereka lakukan. Mereka juga diperintahkan untuk tetap berada di dalam neraka Jahanam karena itulah tempat yang layak bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri kepada-Nya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka Jahanam, sedangkan kalian kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat) yakni tempat tinggal (bagi orang-orang yang sombong.")

Tafsir Quraish Shihab dkk

Dikatakan lagi kepada mereka, "Azab yang kalian rasakan itu disebabkan oleh kegembiraan kalian di dunia yang bukan pada tempatnya, dan oleh kegembiraan yang berlebih-lebihan atas kesusahan yang menimpa para nabi dan kekasih Allah. Masuklah kalian semua ke dalam pintu-pintu jahanam, yang telah ditetapkan kekal buat kalian! Dan sejelek-jelek tempat tinggal untuk orang-orang yang sombong adalah neraka jahanam."

Informasi Surat

Nama Surat:

Ghafir (غافر)

Arti:

Maha Pengampun

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

85 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar. Dinamai <i>Al Mu'min</i> (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan <i>mukmin</i> yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.<br>Dinamakan pula <i>Ghafir</i> (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat <i>Ghafir</i> yang terdapat pada ayat 3 surat ini. Ayat ini mengingatkan bahwa <i>Maha Pengampun</i> dan <i>Maha Penerima Taubat</i> adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai <i>Dzit Thaul</i> (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.