Tafsir Al-'Ankabut Ayat 7

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-'Ankabut:7)

Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan keimanan yang benar walaupun diuji dengan berbagai cobaan, ia tidak berbalik kepada kekafiran (murtad). Begitu juga ketika mengalami penderitaan dalam berhadapan dengan orang-orang musyrik, dia tetap mengerjakan segala kewajibannya, menjauhi segala larangan, mempertinggi ketakwaan, menolong orang yang sedang kesusahan, membela orang teraniaya, mempertahankan dan membela negara dari serangan musuh, dan bekerja sama satu sama lain. Mereka itu mendapat ganjaran dari Allah berupa ampunan dari semua dosa dan kesalahan mereka yang telah lalu. Semua itu merupakan sebab pelipatgandaan pahala yang diberikan Allah menjadi sepuluh kali lipat.

Allah berfirman:

Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (al-An'am/6: 160)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka) melalui amal-amal saleh yang mereka lakukan (dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik) di-nashab-kannya lafal Ahsana karena huruf Jar-nya dibuang, makna yang dimaksud daripadanya ialah pahala yang baik (dari apa yang mereka kerjakan) yakni, dari amal-amal saleh mereka.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, pasti akan Kami hilangkan kejelekan- kejelekan mereka dan Kami ampuni, serta Kami balas mereka dengan pahala yang terbaik atas segala amal saleh mereka.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-'Ankabut (العنكبوت)

Arti:

Laba-Laba

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

69 Ayat

Deskripsi:

Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surrat Makkiyah. Dinamai <i>Al 'Ankabuut</i> berhubung terdapatnya perkataan <i>Al 'Ankabuut</i> yang berarti <i>laba-laba</i> pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.