Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-A'raf:68)
Ayat ini menerangkan penegasan Nabi Hud kepada kaumnya, bahwa dia hanya menyampaikan perintah-perintah Tuhannya agar mereka beriman kepada-Nya, kepada hari kemudian, kepada Rasul-rasul, kepada malaikat-malaikat Allah, kepada adanya surga dan neraka dan agar mereka melaksanakan perintah-perintah Tuhan, baik yang berhubungan dengan ibadat maupun muamalat. Nabi Hud menegaskan bahwa dia adalah benar-benar seorang yang ikhlas dan orang yang dipercaya. Dengan kata-kata ini seolah-olah Nabi Hud mengemukakan kepada kaumnya, "tidak wajar bagiku berdusta kepada Tuhanku yang mengutusku sebagai rasul."
Demikianlah gambaran budi pekerti para rasul pilihan Allah ketika menghadapi pembangkangan kaum yang bukan saja menentang malahan secara tidak sopan menuduh para rasul dengan berbagai tuduhan yang rendah sekali. Namun demikian, para rasul itu menghadapi mereka dengan tenang dan dengan hati yang penuh kesabaran.
Demikianlah gambaran budi pekerti para rasul pilihan Allah ketika menghadapi pembangkangan kaum yang bukan saja menentang malahan secara tidak sopan menuduh para rasul dengan berbagai tuduhan yang rendah sekali. Namun demikian, para rasul itu menghadapi mereka dengan tenang dan dengan hati yang penuh kesabaran.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Aku menyampaikan amanat-amanah Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu") yakni orang yang dipercaya untuk mengemban risalah.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Yang aku sampaikan adalah perintah dan larangan Tuhanku. Itulah pesan-pesan Tuhan untuk kalian. Aku hanyalah pemberi nasihat yang tulus bagi kalian. Aku adalah orang yang terpercaya dalam setiap yang aku sampaikan. Dan aku bukan termasuk orang-orang pembohong."
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-A'raf (الاعراف)
Arti:
Tempat Tertinggi
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
206 Ayat
Deskripsi:
Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat <i>Assab 'uththiwaal</i> (tujuh surat yang panjang). Dinamakan <i>Al A'raaf</i> karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.