Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-'Ankabut:68)
Allah menceritakan kepercayaan kaum musyrik itu dalam firman-Nya:
Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar. (az-Zumar/39: 3)
Setelah datang kepada mereka seorang rasul Allah yang menerangkan kebatilan dan kepalsuan perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan yang lurus berdasarkan kebenaran, mereka mengingkari dan mendustakan semuanya. Bahkan mereka mengingkari semua nikmat Allah yang pernah diberikan kepada mereka.
Sesungguhnya orang-orang musyrik itu telah berbuat dosa yang paling besar yang tidak ada tandingannya di dunia ini. Tiada balasan yang tepat bagi mereka kecuali azab neraka Jahanam di akhirat nanti dan itulah tempat yang wajar bagi mereka.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
Tafsir Quraish Shihab dkk
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-'Ankabut (العنكبوت)
Arti:
Laba-Laba
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
69 Ayat
Deskripsi:
Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surrat Makkiyah. Dinamai <i>Al 'Ankabuut</i> berhubung terdapatnya perkataan <i>Al 'Ankabuut</i> yang berarti <i>laba-laba</i> pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.