Tafsir An-Nahl Ayat 64

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. An-Nahl:64)

Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan fungsi Al-Qur'an, yaitu sebagai dasar dan pedoman yang dapat membuka pikiran mereka untuk dapat menilai kebenaran bimbingan wahyu. Allah swt menjelaskan bahwa Dia menurunkan kitab kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan bimbingan bagi para umatnya. Juga agar Nabi saw dapat menjelaskan persoalan-persoalan yang mereka ragukan atau tidak percayai, sehingga mereka dapat melihat mana yang hak dan mana yang batil, mana yang benar dan mana yang salah.

Di samping itu, Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk yang dapat membimbing umatnya kepada kebenaran sehingga terhindar dari kesesatan. Al-Qur'an juga berfungsi sebagai rahmat Allah terbesar kepada hamba yang mau beriman. Dengan berpedoman kepada Al-Qur'an, mereka akan terbimbing dalam hidup di dunia dan akan berbahagia di dunia dan di akhirat.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan Kami tidak menurunkan kepadamu) hai Muhammad (Alkitab ini) Alquran ini (melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu) yaitu tentang perkara agama (dan menjadi petunjuk) diathafkan kepada lafal litubayyina (dan rahmat bagi kaum yang beriman) kepada Alquran itu.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Kami menurunkan al-Qur'ân hanya dengan tujuan agar kamu dapat memberikan penjelasan mana yang benar di antara persoalan-persoalan keagamaan yang menjadi perdebatan manusia. Dan, agar al-Qur'ân itu menjadi petunjuk yang sempurna dan rahmat yang menyeluruh bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan kitab suci yang diturunkan-Nya.

Informasi Surat

Nama Surat:

An-Nahl (النحل)

Arti:

Lebah

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

128 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>An Nahl</i> yang berarti <i>lebah</i> karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.