Tafsir As-Saffat Ayat 62

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. As-Saffat:62)

Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.

Pertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:

Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isra'/17: 60)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Apakah yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan bagi ahli surga itu (merupakan hidangan yang lebih baik) suguhan atau hidangan yang diperuntukkan menjamu tamu atau orang yang menginap (ataukah pohon zaqqum) yang disediakan buat ahli neraka; pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah. Allah menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim, sebagaimana yang akan diterangkan nanti.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Apakah rezeki tertentu yang telah disediakan untuk penghuni surga itu lebih baik ataukah pohon zaqqûm yang tersedia untuk penghuni neraka?

Informasi Surat

Nama Surat:

As-Saffat (الصّٰۤفّٰت)

Arti:

Barisan-Barisan

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

182 Ayat

Deskripsi:

Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan <i>Ash Shaaffaat</i> (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan <i>Ash Shaaffaat</i> yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.