Tafsir Ar-Ra'd Ayat 6

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ar-Ra'd:6)

Setelah mendustakan Rasul dan mengingkari azab hari kiamat, mereka mengingkari pula azab di dunia yang telah diancamkan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka meminta kepadanya agar siksa yang telah diancamkan kepada mereka disegerakan datangnya. Semestinya mereka memohon kebaikan dan keselamatan dari turunnya azab dan mengharapkan pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah di akhirat. Padahal bermacam-macam azab telah ditimpakan Allah kepada umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya. Di antara mereka ada yang diubah rupa dan sifatnya menjadi seperti kera, ada pula yang dihancurkan dengan gempa bumi, dan sebagainya. Tentang keadaan mereka yang lebih suka menantang turunnya azab daripada meminta kebaikan disebutkan pula dalam firman Allah:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8: 32)

Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai ampunan yang luas terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan menutupi kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat. Seandainya tidak bersifat Maha Penyantun, tentu Allah akan menyiksa manusia karena kezalimannya. Firman Allah:

Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini. (Fathir/35: 45)

Sesungguhnya siksaan Allah sangat pedih terhadap orang yang mengerja-kan kejahatan dan terus bergelimang dalam kesesatan dan dosa. Ada sebagian azab yang disegerakan turunnya di dunia sebagai akibat dari berbagai dosa, seperti terganggunya kesehatan orang-orang yang biasa minum minuman keras, bangkrutnya orang-orang yang suka berjudi padahal sebelumnya kaya, dan seseorang koruptor yang dicopot dari kedudukannya yang tinggi karena terlibat soal korupsi dan manipulasi. Sering sekali ampunan dari Allah itu disebut berdampingan dengan siksaan agar seorang hamba Allah selalu berada di posisi tengah antara khauf dan raja (ketakutan terhadap azab Allah dan harapan memperoleh ampunan-Nya) seperti dalam firman Allah:

Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Araf/7: 167)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan mereka yang menginginkan disegerakannya azab; mereka kemukakan hal ini dengan nada mengejek (Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan datangnya keburukan) yakni azab (sebelum mereka meminta kebaikan) rahmat (padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka) lafal matsulaat merupakan bentuk jamak dari kata tunggal al-matslah dengan wazan ats-tsamrah; artinya siksaan-siksaan yang telah menimpa orang-orang seperti mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran daripadanya? (Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan yang luas bagi manusia sekali pun) walaupun (mereka zalim) dan jika tidak demikian, niscaya tidak akan tersisa di permukaan bumi ini makhluk yang melata di atasnya. (Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksaan-Nya) terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Kesesatan mereka yang terlalu itu menggiring mereka untuk meminta agar siksa itu didatangkan segera, bukan malah meminta petunjuk yang dapat menyelamatkan mereka. Mereka menduga bahwa Allah tidak akan menurunkan siksa di dunia jika Dia berkehendak. Padahal, sebelum mereka dahulu telah pernah didatangkan siksa yang memusnahkan orang-orang seperti mereka. Namun demikian, Allah akan mengampuni kezaliman dari orang yang mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Juga, Allah akan mendatangkan siksa yang pedih kepada orang yang tetap berada dalam kesesatan.

Informasi Surat

Nama Surat:

Ar-Ra'd (الرّعد)

Arti:

Guruh

Tempat Turun:

Madinah

Jumlah Ayat:

43 Ayat

Deskripsi:

Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>Ar Ra'd</i> yang berarti <i>guruh</i> karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya <i>Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya</i>, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s.w.t. Dan lagi sesuai dengan sifat Al Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah s.w.t. tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.