Tafsir Taha Ayat 51

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Taha:51)

Untuk mengalihkan Musa dari dakwahnya ke suasana yang lain, Firaun bertanya kepadanya, "Wahai Musa, bagaimanakah kira-kira nasibnya di akhirat nanti umat-umat yang dahulu seperti kaum 'Ad, kaum Samud yang tidak menyembah Allah, tetapi mereka menyembah selain Allah. Mereka mempunyai sembahan-sembahan benda mati seperti batu, pohon kayu dan lainnya. Apakah mereka akan dimasukkan ke dalam surga ataukah mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, disiksa dan diazab?" Firaun sengaja berbuat demikian, agar supaya Musa menghentikan dari mengemukakan hujjahnya serta alasan-alasan kuat lainnya yang membenarkan dakwahnya, karena Firaun khawatir kalau-kalau dakwah Musa termakan oleh kaumnya, lalu mereka beriman kepada Musa dan meninggalkan kepercayaannya yang sesat yang mempercayai bahwa Firaun itu adalah tuhan.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Berkatalah ia) yakni Firaun, ("Maka bagaimanakah) keadaan (umat-umat) yakni bangsa-bangsa (yang dahulu?") seperti kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Hud, kaum Nabi Luth dan kaum Nabi Saleh, tentang penyembahan mereka kepada berhala-berhala.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Fir'aun berkata, "Lalu bagaimana dengan orang-orang yang telah lalu?"

Informasi Surat

Nama Surat:

Taha (طٰهٰ)

Arti:

Taha

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

135 Ayat

Deskripsi:

Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai <i>Thaahaa</i>, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf <i>thaahaa</i> dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut: