Tafsir An-Nahl Ayat 51

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. An-Nahl:51)

Allah swt menjelaskan kepada para hamba-Nya agar jangan sekali-kali menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, karena yang demikian itu berarti mempersekutukan Allah, padahal Allah Mahasuci dari sekutu. Tidak mungkin Allah swt yang Mahakuasa di jagat raya ini lebih dari satu. Dia itu tunggal, dan hanya Dia yang berhak disembah.

Allah memerintahkan kepada manusia agar takut kepada ancaman dan hukuman-Nya. Dia juga melarang manusia mempersekutukan-Nya dan membuat sesembahan lain selain Dia. Secara jelas, larangan yang terdapat dalam ayat ini adalah menyembah dua Tuhan. Namun demikian, bilangan itu bukanlah menunjukkan bilangan dua saja, tetapi untuk menunjukkan bilangan yang paling sedikit. Sedang yang dimaksud ialah menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Allah dan supaya tidak terbayang dalam pikiran manusia ada tuhan-tuhan yang lain selain Dia.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Allah berfirman, "Janganlah kalian menyembah dua tuhan) lafal istnaini berfungsi sebagai taukid atau pengukuhan makna (Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa) disebutkannya lafal ilaahun dan waahidun untuk menetapkan sifat uluhiah dan sifat wahdaniah Allah (maka hendaklah kepada-Ku saja kalian takut.") janganlah kalian takut kepada selain Aku. Di dalam ungkapan ini terkandung pengertian iltifat dari dhamir gaib.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Allah berfirman, "Janganlah kalian menyembah dan menjadikan dua tuhan. Sebab, menyekutukan Allah dalam beribadah itu bertentangan dengan bukti keesaan dalam ciptaan ini. Sesungguhnya yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Esa. Maka takutlah kalian kepada-Ku, dan jangan sekali-kali takut kepada selain Aku.

Informasi Surat

Nama Surat:

An-Nahl (النحل)

Arti:

Lebah

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

128 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>An Nahl</i> yang berarti <i>lebah</i> karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.