Tafsir Ar-Rahman Ayat 44

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ar-Rahman:44)

Allah membuktikan janji-janji-Nya kepada mereka yang berbuat jahat bahwa sekarang telah mereka saksikan dan telah mereka lihat dengan mata mereka sendiri azab Tuhan yang mereka tunggu-tunggu; supaya mereka merasakan siksaan api neraka Jahanam dan meminum air yang mendidih, yang dapat menghancurkan usus dan isi perut siapa yang meminumnya. Mereka berkeliling di antara api dan air mendidih yang sangat panas. Tegasnya, apabila mereka minta tolong supaya dikeluarkan dari api neraka, maka mereka dipindahkan ke suatu tempat minuman air yang lebih tinggi suhu panasnya. Seperti diungkapkan dalam firman Allah sebagai berikut:

Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (Gafir/40: 71-72)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Mereka berkeliling) yakni berjalan dengan cepat (di antaranya dan di antara air yang mendidih yaitu air panas (yang memuncak panasnya) panasnya tak terperikan, lalu mereka diberi minum air panas tersebut apabila mereka meminta tolong karena panasnya api neraka; lafal Anin termasuk Isim Manqush, sama halnya dengan lafal Qaadhin.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Dikatakan kepada mereka, dengan nada mengecam, "Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh para pelaku kejahatan di antara kalian." Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang sangat panas.

Informasi Surat

Nama Surat:

Ar-Rahman (الرحمن)

Arti:

Maha Pengasih

Tempat Turun:

Madinah

Jumlah Ayat:

78 Ayat

Deskripsi:

Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra'du. Dinamai <i>Ar Rahmaan</i> (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan <i>Ar Rahmaan</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.