Tafsir Taha Ayat 43

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Taha:43)

Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan Musa a.s. dan Harun a.s. pergi kepada Firaun untuk mengemukakan bukti-bukti kebenaran kenabiannya yang dianugerahkan Allah, dan menjelaskan kesesatan Firaun, karena Firaun itu sudah keterlaluan sepak terjangnya melampaui batas, sampai-sampai mengaku bahwa dia adalah tuhan. Dia menyatakan kepada kaumnya dengan ucapan, "Saya tuhanmu yang paling tinggi."

Ayat ini mengkhususkan dakwah dan seruan kepada Firaun sedang pada ayat sebelumnya dakwah diserukan untuk umum, karena kalau Firaun sudah beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Musa a.s., dan Nabi Harun tentunya segenap orang-orang Mesir akan mengikutinya sebagaimana pepatah:

'Rakyat itu menurut agama rajanya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas) karena ia mengaku menjadi tuhan.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Pergilah kamu bersama saudaramu, Hârûn, kepada Fir'aun. Sesungguhnya ia adalah seorang kafir yang telah melampaui batas dalam kekufuran dan kezalimannya.

Informasi Surat

Nama Surat:

Taha (طٰهٰ)

Arti:

Taha

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

135 Ayat

Deskripsi:

Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai <i>Thaahaa</i>, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf <i>thaahaa</i> dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut: