Tafsir An-Nahl Ayat 42

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. An-Nahl:42)

Ayat ini menjelaskan sifat-sifat seorang Muslim yang dijanjikan Allah akan memperoleh kemenangan dunia dan kebahagiaan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, seperti menerima siksaan orang-orang kafir Quraisy, menahan penderitaan karena kerinduannya terhadap kampung halaman yang ditinggalkan, dan memikul beban hidup di perantauan karena serba kekurangan dan dalam keadaan terkucil dari keluarga yang masih di Mekah.

Firman Allah:

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (at-Taubah/9: 20)

Di akhir ayat, Allah swt menyebutkan sifat mereka sebagai orang-orang yang sabar dan menyerahkan urusan mereka kepada Allah. Yaitu orang-orang yang menyerahkan akhir perjuangannya kepada Allah karena perjuangan itulah yang mereka tempuh untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sifat sabar dan tawakal termasuk sifat-sifat terpenting yang harus dimiliki orang-orang yang membela kebenaran. Sebab, kedua sifat itu yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya cita-cita.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

Mereka adalah (orang-orang yang sabar) di dalam menghadapi penganiayaan kaum musyrikin dan berhijrah demi untuk memenangkan agama Islam (dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakal) maka Allah pasti memberi mereka rezeki dari jalan yang tiada mereka perhitungkan sebelumnya.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Kaum muhajirin itulah orang-orang yang sabar dan tabah menghadapi siksaan demi mempertahankan keyakinan. Mereka menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah, tanpa menghiraukan selain-Nya. Oleh karena itu, Kami memberikan kepada mereka balasan yang baik.

Informasi Surat

Nama Surat:

An-Nahl (النحل)

Arti:

Lebah

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

128 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>An Nahl</i> yang berarti <i>lebah</i> karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.