Tafsir Kementerian Agama RI
(QS. Ar-Ra'd:40)
Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada kemungkinan Allah memberikan umur yang panjang kepada Rasulullah, sehingga beliau sempat melihat kedatangan azab yang telah dijanjikan kepada kaum kafir. Bisa juga Allah memberikan usia yang pendek sehingga Rasulullah tidak mendapat kesempatan untuk menyaksikan azab yang diturunkan-Nya itu. Tugas Rasul-Nya hanya mendakwahkan agama Islam kepada manusia. Adapun persoalan mereka mau menerima atau menolaknya adalah urusan Allah. Bagi yang menolak, azab Allah pasti akan datang, apakah disegerakan atau ditunda, adalah wewenang Allah.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Dan jika) asalnya lafal immaa ini terdiri daripada in syarthiyah dan maa zaidah, kemudian keduanya dijadikan satu sehingga jadilah immaa, artinya seandainya (Kami perlihatkan kepadamu sebagian apa yang Kami ancamkan kepada mereka) yaitu sebagian daripada azab-Ku sewaktu kamu masih hidup. Jawab dari in syarthiyah tidak disebutkan, lengkapnya ialah fadzaaka: itulah azab-Ku (atau Kami wafatkan kamu) sebelum orang-orang kafir itu diazab (karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja) hal itu tidak penting bagimu, tugasmu tiada lain hanya menyampaikan (sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka) jika mereka telah kembali kepada Kami, maka Kami akan membalas semua amal perbuatan mereka.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Apabila Kami tunjukkan kepadamu pahala atau siksa yang Kami janjikan kepada mereka, atau Kami matikan kamu sebelum itu, niscaya kamu akan menyaksikan kedahsyatan siksa yang menimpa orang-orang musyrik dan nikmat yang diberikan kepada orang-orang Mukmin. Tetapi itu semua bukan urusanmu. Tugasmu hanyalah menyampaikan pesan-pesan Kami, sedang yang akan mengadakan perhitungan nanti adalah Kami sendiri.
Informasi Surat
Nama Surat:
Ar-Ra'd (الرّعد)
Deskripsi:
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>Ar Ra'd</i> yang berarti <i>guruh</i> karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya <i>Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya</i>, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s.w.t. Dan lagi sesuai dengan sifat Al Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah s.w.t. tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.