Tafsir Al-Kafirun Ayat 4

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Kafirun:4)

Sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi saw dengan yang disembah oleh orang-orang kafir, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan dalam hal ibadah. Tuhan yang disembah Nabi Muhammad adalah Tuhan yang Mahasuci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu. Sedangkan "Tuhan" yang mereka sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas. Lagi pula ibadah nabi hanya untuk Allah saja, sedang ibadah mereka bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadah.

Pengulangan pernyataan yang sama seperti yang terdapat dalam ayat 3 dan 5 adalah untuk memperkuat dan membuat orang yang mengusulkan kepada Nabi saw berputus asa terhadap penolakan Nabi menyembah tuhan mereka selama setahun. Pengulangan seperti ini juga terdapat dalam Surah ar-Rahman/55 dan al-Mursalat/77. Hal ini adalah biasa dalam bahasa Arab.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan aku tidak mau menyembah) di masa mendatang (apa yang kalian sembah.)

Tafsir Quraish Shihab dkk

Aku bukan penyembah seperti penyembahan kalian, karena kalian adalah orang-orang musyrik.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Kafirun (الكٰفرون)

Arti:

Orang-Orang kafir

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

6 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Kaafiruun terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Maa'uun. Dinamai <i>Al Kaafiruun</i> (orang-orang kafir), diambil dari perkataan <i>Al Kaafiruun</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini.