Tafsir Qaf Ayat 39

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Qaf:39)

Allah memerintahkan nabi-Nya supaya tetap sabar atas ucapan orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dalam masa yang tidak singkat itu tanpa kelemahan dan keletihan, tentu akan kuasa pula untuk membangkitkan mereka pada hari Kiamat dan membalas dengan perbuatan mereka masing-masing yang baik dengan pahala, yang buruk dengan siksa. Hal itu bukanlah suatu yang mustahil bagi Allah. Allah memerintahkan nabi-Nya supaya mensucikan Dia dengan tasbih sambil memuji-Nya pada waktu-waktu yang telah ditentukan, terutama dalam waktu-waktu salat, yaitu sebelum terbit dan sebelum terbenamnya matahari.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Maka bersabarlah kamu) khithab pada ayat ini ditujukan kepada Nabi saw. (terhadap apa yang mereka katakan) yang dikatakan orang-orang Yahudi dan lainnya yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan yang mendustakan kamu (dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu) yakni salatlah seraya memuji-Nya (sebelum terbit matahari) yakni salat Subuh (dan sebelum terbenamnya) yakni salat Zuhur dan salat Asar.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Jika hal itu telah jelas, maka bersabarlah, wahai Rasul, terhadap kepalsuan dan kebohongan yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakan di sekitar risalahmu. Sucikanlah Pencipta dan Pemeliharamu dari setiap kekurangan dengan memuji-Nya di setiap pagi dan petang. Sebab nilai ibadah pada saat-saat tersebut amat besar. Bertasbihlah juga kepada-Nya di sebagian malam dan setelah salat.

Informasi Surat

Nama Surat:

Qaf (ق)

Arti:

Qaf

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

45 Ayat

Deskripsi:

Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah diturunkan sesudah surat Al Murssalaat. Dinamai <i>Qaaf</i> karena surat ini dimulai dengan huruf <i>Qaaf</i>. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW senang membaca surat ini pada rakaat pertama sembahyang subuh dan pada shalat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum'at. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF sering dibaca Nabi Muhammad SAW di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, syurga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surat ini dinamai juga <i>Al Baasiqaat</i>, diambil dari perkataan <i>Al- Baasiqaat</i> yang terdapat pada ayat 10 surat ini.