Tafsir Az-Zukhruf Ayat 39

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Az-Zukhruf:39)

Selanjutnya Allah menegaskan kepada mereka bahwa bagaimana pun penyesalan mereka dan apa pun alasan mereka tidak akan diterima. Hal itu karena mereka telah berbuat aniaya, yaitu tidak mengimani-Nya dan tidak menjalankan perintah-perintah-Nya. Mereka akhirnya akan dijebloskan ke dalam neraka bersama setan-setan teman-teman mereka itu.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepada kalian) angan-angan dan penyesalan kalian itu, hai orang-orang yang berpaling (di hari ini karena kalian telah berbuat aniaya) maksudnya telah jelaslah kelaliman kalian dengan sebab menyekutukan Allah sewaktu di dunia. Lafal Idz merupakan Badal dari lafal Al Yaumu. (Bahwasanya kalian) bersama dengan teman-teman kalian (bersekutu dalam azab ini) adanya illat dalam ayat ini diperkirakan keberadaannya, tidak disebutkan karena kurang penting.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Pada hari itu, sebagai penghinaan, kepada mereka dikatakan, "Hari ini, kebersamaan kalian dengan setan di dalam siksaan, tidak akan meringankan siksaan itu, karena kalian telah menzalimi diri sendiri dengan mengambil sikap kafir. Masing-masing merasakan penderitaan akibat siksa yang amat berat.

Informasi Surat

Nama Surat:

Az-Zukhruf (الزخرف)

Arti:

Perhiasan

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

89 Ayat

Deskripsi:

Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura. <br>Dinamai <i>Az Zukhruf</i> (Perhiasan) diambil dari perkataan <i>Az Zukhruf</i> yang terdapat pada ayat 35 surat ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad s.a.w. adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.