Tafsir Kementerian Agama RI (QS. An-Naba':38)
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari Kiamat itu Malaikat Jibril dan para malaikat lainnya berdiri bersaf-saf menunggu perintah Allah. Mereka tidak berkata apa pun kecuali setelah diberi izin oleh Allah Yang Maha Pemurah. Kata-kata yang mereka ucapkan pun ketika itu hanya kata-kata yang benar.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Pada hari itu) lafal Yauma merupakan Zharaf bagi lafal Laa Yamlikuuna (ketika ruh berdiri) yakni malaikat Jibril atau bala tentara Allah swt. (dan para malaikat dengan bershaf-shaf) lafal Shaffan menjadi Haal artinya dalam keadaan berbaris bershaf-shaf (mereka tidak berkata-kata) yakni makhluk semuanya (kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah) untuk berbicara (dan ia mengucapkan) perkataan (yang benar) mereka terdiri dari orang-orang yang beriman dan para Malaikat, seumpamanya mereka memberikan syafaat kepada orang-orang yang diridai oleh-Nya untuk mendapatkan syafaat.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Pada hari ketika Jibril dan para malaikat berbaris dengan khusyuk. Tak satu pun di antara mereka yang berbicara, kecuali malaikat yang dizinkan oleh Sang Maha Penyayang untuk berbicara secara benar.
Informasi Surat
Nama Surat:
An-Naba' (النبأ)
Arti:
Berita Besar
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
40 Ayat
Deskripsi:
Surat An Naba´ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Ma´aarij. <br>Dinamai <i>An Naba´</i> (berita besar) diambil dari perkataan <i>An Naba´</i> yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga <i>Amma yatasaa aluun</i> diambil dari perkataan <i>Amma yatasaa aluun</i> yang terdapat pada ayat 1 surat ini.