Tafsir Ar-Ra'd Ayat 37

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ar-Ra'd:37)

Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa ciri utama Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran berisi peraturan-peraturan yang benar, yang harus ditaati manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat kelak. Di samping itu, Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.

Di antara keistimewaan bahasa Arab ialah bahasa ini merupakan bahasa yang sudah berkembang, jauh sebelum datangnya Islam sehingga kosakatanya sangat kaya. Bahasa Arab juga memiliki kaedah pembentukan kata (morfologi) yang memungkinkannya bisa dengan mudah menampung konsep-konsep baru untuk pembentukan kata baru. Dengan demikian, dapat dipahami kemampuan bahasa Arab mengungkapkan konsep-konsep wahyu. Karena Al-Quran berbahasa Arab, maka Al-Quran telah melestarikan bahasa Arab sehingga tidak hilang seperti bahasa Suryani, Koptic, dan sebagainya.

Karena Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan menjadi mukjizat Nabi Muhammad sebagai kitab suci, maka terjemahan Al-Quran dalam bahasa asing tidak dianggap sebagai kitab suci juga. Sebagaimana diketahui, di antara kehormatan yang dimiliki Al-Quran ialah membacanya dianggap sebagai ibadah, dan tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci, yaitu orang-orang yang tidak berhadas besar maupun kecil.

Banyak ayat yang menyebutkan ciri-ciri Al-Quran, antara lain firman Allah swt:

(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Maha Terpuji. (Fushshilat/41: 42)

Selanjutnya Allah swt memperingatkan Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin umumnya, agar jangan menuruti kehendak hawa nafsu dan keinginan orang-orang yang mengingkari Al-Quran, baik sebagian maupun keseluruhannya, karena Allah swt telah memberikan ilmu yang benar kepada mereka, yaitu Al-Quran al-Karim. Jika Nabi Muhammad dan kaum Muslimin sampai tergoda dan mengikuti kehendak orang-orang yang mengingkari Al-Quran itu, maka siksa Allah pasti akan menimpa mereka dan tidak seorangpun dapat menjadi pelindung terhadap siksa Allah swt Yang Mahakuasa.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan demikianlah) penurunan itu (Kami telah menurunkannya) Alquran itu (sebagai peraturan dalam bahasa Arab) yaitu dengan memakai bahasa Arab, yang dengannya engkau putuskan hukum-hukum di antara manusia. (Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka) hawa nafsu orang-orang kafir, dalam hal apa yang mereka inginkan, supaya kamu melakukannya menurut peraturan agama mereka. Ini hanyalah merupakan perumpamaan (setelah datang pengetahuan kepadamu) tentang tauhid (maka sekali-kali tidak ada bagimu terhadap Allah) huruf min di sini adalah zaidah (seorang penolong pun) penolong yang mau membantu menyelamatkanmu (dan tidak pula seorang pemelihara) yang dapat mencegah azab Allah yang menimpa dirimu.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Seperti Kami menurunkan kitab-kitab suci sebelumnya, Kami pun menurunkan kitab suci al-Qur'ân kepadamu yang menjadi penentu hukum di antara manusia dan pembenar kitab-kitab suci sebelumnya. Al-Qur'ân Kami turunkan dengan bahasa Arab. Maka, jangan lagi kamu ikuti orang-orang musyrik dan Ahl al-Kitâb setelah kamu mendapat wahyu dan ilmu. Jika kamu masih mengikuti mereka, kamu tidak akan mempunyai penolong yang dapat membelamu dari siksa Allah. Kata-kata itu ditujukan kepada Rasulullah saw. dan juga, lebih-lebih, orang-orang Mukmin. Peringatan kepada orang-orang Mukmin itu bersifat sebenarnya, sedangkan untuk nabi bersifat menerangkan bahwa meskipun Rasulullah saw. adalah orang pilihan dan mempunyai derajat yang tinggi, beliau masih dapat diperingatkan.

Informasi Surat

Nama Surat:

Ar-Ra'd (الرّعد)

Arti:

Guruh

Tempat Turun:

Madinah

Jumlah Ayat:

43 Ayat

Deskripsi:

Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>Ar Ra'd</i> yang berarti <i>guruh</i> karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya <i>Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya</i>, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s.w.t. Dan lagi sesuai dengan sifat Al Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah s.w.t. tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.