Tafsir Al-An'am Ayat 35

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-An'am:35)

Dalam ayat ini Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad, bahwa jika Nabi merasa keberatan atas keingkaran orang-orang musyrik yang berpaling dari agama Allah dan mengajukan permintaan-permintaan yang beraneka ragam agar mereka beriman, maka Nabi dipersilakan mencari lorong di bumi atau tangga ke langit untuk mendapatkan bukti lain untuk memuaskan mereka. Nabi tentu tidak akan bisa karena itu jangan marah atau sedih karena pembangkangan mereka. Yang akan memberikan petunjuk kepada mereka hanyalah Allah karena itu serahkanlah semuanya kepada Allah.

Sesungguhnya orang-orang musyrik sejak dahulu telah meminta hal yang demikian itu, disebabkan oleh keingkaran mereka bukan untuk mencari kebenaran, karena permintaan itu tidak dipenuhi maka bertambahlah keingkaran mereka, sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:

Dan mereka berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami." (al-Isra'/17:90)

Firman Allah swt:

Atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca." (al-Isra'/17: 93)

Allah menegaskan, "Engkau hai Muhammad adalah manusia yang diangkat menjadi Rasul, karena itu engkau tidak dapat melakukan sesuatu yang melampaui batas kesanggupan manusia. Yang sanggup mendatangkan yang demikian itu hanyalah Allah, karena Allah yang menguasai segala sesuatu."

Jika Allah menghendaki mereka mendapat petunjuk, beriman dan mengakui risalah yang engkau sampaikan, atau menjadikan mereka seperti malaikat, yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, atau menjadikan semua mereka menjadi orang yang baik, sama tingkatan dan kemampuan mereka, sama adat dan budi pekerti mereka, tentulah yang demikian itu amat mudah bagi Allah. Tetapi Allah berkehendak lain. Allah menganugerahkan kepada mereka akal, pikiran, kemauan dan perasaan, yang dengannya mereka dapat menimbang dan memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah dan sebagainya.

Allah mengatur alam ini dengan sunnah-Nya. Segala sesuatu berjalan menurut sunnah-Nya, tidak seorangpun sanggup merobah, menambah, mengurangi atau menukar sunnah-Nya itu. Karena itu janganlah engkau hai Muhammad seperti orang yang tidak tahu tentang sunnah-Nya itu, sehingga mencita-citakan sesuatu yang tidak sesuai dengan sunnah Allah.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan jika makin bertambah besar) makin menjadi (berpalingnya mereka darimu) dari agama Islam padahal kamu masih berharap agar mereka beriman (maka jika kamu dapat membuat lubang) membuat terowongan (di bumi atau tangga) alat untuk naik (ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka) sesuai dengan apa yang mereka minta, maka lakukanlah. Artinya sesungguhnya kamu tidak akan kuat untuk melakukan hal itu oleh karena itu bersabarlah hingga datang kepada mereka keputusan Allah. (Dan kalau Allah menghendaki) memberikan hidayah kepada mereka (tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk) akan tetapi Ia tidak menghendaki demikian oleh karenanya mereka tidak mau beriman (janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang jahil) mengenai hal itu.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Apabila berpalingnya mereka dari seruanmu itu memberatkanmu, dan kamu bisa membuat jalan di dalam perut bumi atau tangga menuju langit untuk mencari bukti kebenaranmu, lakukanlah! Tetapi hal itu di luar kemampuanmu. Oleh karena itu, jangan bebani dirimu dan terimalah ketentuan Tuhanmu. Karena, apabila Allah menghendaki untuk memberi petunjuk kepada mereka, niscaya Dia akan memaksa mereka untuk mempercayai pesan suci yang kamu bawa. Tetapi Dia membiarkan mereka bebas memilih. Maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang tidak tahu ketentuan dan hukum-Nya yang berlaku pada makhluk!

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-An'am (الانعام)

Arti:

Binatang Ternak

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

165 Ayat

Deskripsi:

Surat Al An'aam (binatang ternak: unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyah, karena hampur seluruh ayat-ayat-Nya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah. Dinamakan <i>Al An'aam</i> karena di dalamnya disebut kata <i>An'aam</i> dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.