Tafsir Kementerian Agama RI (QS. An-Nahl:35)
Demikian juga penetapan mereka terhadap: bahirah (unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan), sibah (unta betina yang dibiarkan pergi ke mana saja lantaran suatu nazar), wasilah (domba betina yang melahirkan anak kembar sedangkan anaknya jantan dan betina), dan ham (unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi karena telah membuahi unta betina sepuluh kali), sebagai binatang yang haram, menurut mereka sudah direstui Allah.
Sekiranya Allah tidak menyukai apa yang telah mereka lakukan, tentu mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar, atau Allah akan menimpakan hukuman kepada mereka dengan segera. Demikian beberapa alasan yang dikemukakan orang-orang musyrik untuk menolak wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Alasan yang mereka kemukakan itu sama halnya dengan tindakan orang-orang sebelum mereka dalam hal mendustakan rasul.
Allah swt menyangkal alasan yang mereka kemukakan dan menolak dugaan mereka yang salah itu. Allah tidak membenarkan apa yang mereka kerjakan karena Allah telah menyampaikan petunjuk melalui rasul-Nya. Rasul telah menyampaikan bimbingan kepada kaumnya ke jalan yang benar melalui perantaraan wahyu-Nya.
Allah swt berfirman:
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21: 25)
Petunjuk Allah yang disampaikan melalui rasul-Nya itu akan dinikmati oleh orang yang benar-benar berusaha untuk mendapatkannya.
Allah swt berfirman:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (al-'Ankabut/29: 69)
Oleh sebab itu, seandainya ada orang yang tidak mau mendengarkan ajakan rasul, maka bukanlah tugas rasul untuk memaksa mereka agar menerima dakwahnya. Yang demikian itu, bukanlah tugas dan tanggung jawab rasul serta bukan pula sifat dari agama Islam. Islam tidak memaksa mereka yang tidak mau menerima kebenaran.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
Tafsir Quraish Shihab dkk
Informasi Surat
Nama Surat:
An-Nahl (النحل)
Arti:
Lebah
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
128 Ayat
Deskripsi:
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan <i>An Nahl</i> yang berarti <i>lebah</i> karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.