Tafsir Az-Zukhruf Ayat 31

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Az-Zukhruf:31)

Mereka berkata, "Kedudukan sebagai rasul adalah kedudukan yang mulia, maka sepantasnyalah orang yang memangku jabatan itu adalah orang yang mulia pula, mempunyai kekayaan dan kedudukan yang tinggi, sedangkan Muhammad saw tidak memiliki yang demikian itu. Yang pantas menduduki jabatan ini adalah salah satu dari dua orang yang memiliki hal-hal tersebut dari dua kota yang mulia pula yaitu al-Walid bin al-Mugirah dari Mekah atau 'Urwah bin Mas'ud ats-saqafi dari thaif.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan mereka berkata, "Mengapa tidak) kenapa tidak (diturunkan Alquran ini kepada seorang besar dari) kalangan penduduk (da negeri) yakni Mekah dan Madinah, maksudnya dari salah satu antara keduanya (yang besar ini?") yang dimaksud oleh mereka adalah Al Walid Ibnu Mughirah di Mekah, atau Urwah ibnu Mas'ud Ats Tsaqafi di Thaif.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Dengan maksud menganggap remeh pribadi Muhammad dan dengan menganggap bahwa turunnya al-Qur'ân itu terlalu berat untuk seseorang seperti dia, orang-orang musyrik berkata, "Mengapa al-Qur'ân yang dianggap sebagai wahyu Allah itu tidak diturunkan kepada seorang tokoh pembesar dari Mekah atau Thaif?"

Informasi Surat

Nama Surat:

Az-Zukhruf (الزخرف)

Arti:

Perhiasan

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

89 Ayat

Deskripsi:

Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura. <br>Dinamai <i>Az Zukhruf</i> (Perhiasan) diambil dari perkataan <i>Az Zukhruf</i> yang terdapat pada ayat 35 surat ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad s.a.w. adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.