Tafsir Al-'Ankabut Ayat 30

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-'Ankabut:30)

Lut kemudian sampai pada kesimpulan bahwa kaumnya tidak mungkin lagi menerima seruannya. Ia tidak berharap lagi bahwa kaumnya akan mendapatkan petunjuk dari Allah. Di saat itu, Lut berdoa kepada Allah agar membantunya menghadapi dan memberantas perbuatan-perbuatan jahat dan busuk yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakatnya, serta menjadi kebudayaan yang turun temurun. Mereka menganggap ancaman-ancaman Lut sebagai gertak sambal belaka. Oleh karena itu, Allah sungguh-sungguh mengabulkan doa Lut. Allah lalu mengirimkan kepada mereka hujan batu dari langit sehingga mereka binasa semua. Ini diakibatkan kefasikan dan kekufuran mereka.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Luth berdoa, "Ya Rabbku, tolonglah aku) dengan membuktikan apa yang telah aku katakan kepada mereka, yaitu menurunkan azab (atas kaum yang berbuat kerusakan itu.") Maksudnya mereka yang durhaka karena melakukan homosex, Allah memperkenankan doa Nabi Luth.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Kemudian Lûth memohon pertolongan kepada Allah agar menimpakan azab kepada mereka dan meminta untuk menolongnya dari kaum yang melakukan kerusakan di bumi.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-'Ankabut (العنكبوت)

Arti:

Laba-Laba

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

69 Ayat

Deskripsi:

Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surrat Makkiyah. Dinamai <i>Al 'Ankabuut</i> berhubung terdapatnya perkataan <i>Al 'Ankabuut</i> yang berarti <i>laba-laba</i> pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.