Tafsir Hud Ayat 30

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Hud:30)

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang ketegasan Nabi Nuh yang berseru kepada kaumnya yang menginginkan agar Nabi Nuh mengusir para pengikutnya yang beriman, "Wahai kaumku, tidak ada seorang pun yang dapat menolak siksaan Allah, jika aku mengusir mereka yang telah beriman dan mengikuti seruanku, karena hal itu termasuk suatu kezaliman yang berat sekali, yang pasti akan dibalas dengan azab yang berat pula. Apakah kamu tidak sadar dan mengambil pelajaran? Mereka itu mempunyai Tuhan yang pasti akan menolongnya, dan yang mengusir mereka pasti akan binasa." Permintaan pengusiran para pengikut yang telah beriman tidak hanya diterima atau dialami oleh Nabi Nuh, tetapi juga oleh nabi-nabi lain, tidak terkecuali Nabi Muhammad saw.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan dia berkata, "Hai kaumku! Siapakah yang akan menolongku) yang dapat membentengi diriku (dari Allah) dari azab-Nya (jika aku mengusir mereka) orang-orang yang beriman kepadaku, tentu saja tidak ada seorang penolong pun. (Maka tidakkah) mengapa tidak (kalian mengambil pelajaran) lafal tadzakkaruuna asalnya adalah tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada dzal sehingga jadilah tadzdzakkaruuna, artinya sama dengan tatta`izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Wahai kaumku, tidak ada yang dapat mencegah azab yang akan menimpaku jika aku mengusir mereka yang telah beriman kepada-Nya. Adakah kalian masih tetap mempertahankan kebodohan kalian dan tidak menyadari bahwa mereka itu mempunyai Tuhan yang dapat membalaskan dendam mereka?

Informasi Surat

Nama Surat:

Hud (هود)

Arti:

Hud

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

123 Ayat

Deskripsi:

Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus. Surat ini dinamai <i>surat Huud</i> karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Huud a.s. dan kaumnya dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh a.s., Shaleh a.s., Ibrahim a.s., Luth a.s., Syu'aib a.s. dan Musa a.s.