Tafsir Ghafir Ayat 26

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ghafir:26)

Fir'aun tidak hanya bermaksud melemahkan Bani Israil dan melenyapkan etnisnya, tetapi juga hendak memusnahkan agama tauhid dengan membunuh Nabi Musa sendiri. Ia menyatakan kepada pengikut-pengikutnya bahwa ia sendiri yang akan melaksanakan pembunuhan itu dan untuk itu ia meminta supaya tidak dihalang-halangi. Ia yakin sekali dapat segera membunuh Nabi Musa. Oleh karena itu, ia menantang Nabi Musa supaya meminta bantuan kepada Tuhannya.

Latar belakang rencana Fir'aun membunuh Nabi Musa itu adalah kekhawatirannya bahwa Nabi Musa akan menukar agama rakyat Mesir dengan agama tauhid yang diajarkannya. Atau, ia khawatir Nabi Musa akan mengubah kepercayaan, kebiasaan, dan adat istiadat rakyatnya dan akhirnya akan membuat rakyatnya terhasut untuk memberontak kepadanya sehingga ia akan kehilangan kekuasaannya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan berkata Firaun kepada pembesar-pembesarnya, "Biarkanlah aku membunuh Musa) karena mereka mencegahnya melakukan pembunuhan terhadap Musa (dan hendaklah ia memohon kepada Rabbnya) supaya Dia mencegah niatku yang akan membunuhnya (karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agama kalian) mencegah kalian menyembahku, lalu kalian mengikutinya (atau menimbulkan kerusakan di muka bumi") seperti melakukan pembunuhan dan lain sebagainya. Menurut suatu qiraat lafal Au dibaca Wa. Dan menurut qiraat lainnya dibaca Ay Yazhhara Fil Ardhil Fasaadu.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Fir'aun berkata, "Biarkan aku membunuh Mûsâ dan biarkan Mûsâ memohon Tuhannya untuk menyelamatkan dirinya dari tindakanku. Aku benar-benar khawatir ia akan mengganti agama kalian atau menyebar kerusakan di muka bumi."

Informasi Surat

Nama Surat:

Ghafir (غافر)

Arti:

Maha Pengampun

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

85 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar. Dinamai <i>Al Mu'min</i> (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan <i>mukmin</i> yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.<br>Dinamakan pula <i>Ghafir</i> (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat <i>Ghafir</i> yang terdapat pada ayat 3 surat ini. Ayat ini mengingatkan bahwa <i>Maha Pengampun</i> dan <i>Maha Penerima Taubat</i> adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai <i>Dzit Thaul</i> (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.