Tafsir Al-Fath Ayat 22

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Fath:22)

Dalam ayat ini, Allah memberikan kabar gembira kepada kaum Muslimin bahwa sekiranya orang-orang Quraisy menyerang kaum Muslimin di Hudaibiyyah, pasti Ia akan menolong mereka, dan menghancurkan pasukan musyrikin. Allah juga menyatakan bahwa kaum Muslimin akan dapat menaklukkan Mekah dalam waktu yang dekat. Hal itu tergambar dalam firman-Nya, "Hai kaum Muslimin, sekiranya orang-orang Mekah memerangimu dan tidak mau menerima Perjanjian Hudaibiyyah, pastilah Kami dapat mengalahkan mereka dan mereka akan mundur dan lari tunggang-langgang, karena tidak mempunyai pembantu dan pelindung yang akan membela mereka mempertahankan diri. Tetapi kamu, hai kaum Muslimin, mempunyai pembantu dan pelindung untuk memperoleh kemenangan."

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kalian) sewaktu kalian di Hudaibiah (pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang, kemudian mereka tiada memperoleh pelindung) yang dapat memelihara dan menjaga mereka (dan tidak pula penolong.)

Tafsir Quraish Shihab dkk

Dan sekiranya orang-orang kafir Mekah memerangi kalian dan tidak mau berdamai dengan kalian, pastilah mereka akan lari dalam keadaan kalah karena takut kepada kalian. Kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan penolong yang dapat melindungi dan menolong mereka.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Fath (الفتح)

Arti:

Kemenangan

Tempat Turun:

Madinah

Jumlah Ayat:

29 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jum'ah. Dinamakan <i>Al Fath (kemenangan)</i> diambil dari perkataan <i>Fat-han</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad s.a.w. dalam peperangan-peperangannya. <br>Nabi Muhammad s.a.w. sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari; <i>Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari</i>. Kegembiraan Nabi Muhammad s.a.w. itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad s.a.w. dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.