Tafsir Al-Qasas Ayat 22

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Qasas:22)

Setelah Musa mengetahui bahwa jalan yang ditempuhnya itu adalah jalan yang biasa dilalui orang menuju ke Madyan, ia yakin bahwa ia tidak akan tersesat menempuh padang pasir yang luas itu. Apalagi ia telah berdoa kepada Tuhannya agar selalu ditunjuki ke jalan yang lurus. Akan tetapi, walaupun jalan yang ditempuhnya itu adalah jalan raya yang biasa dilalui orang, namun jarak yang harus ditempuhnya sangat jauh sekali, sedangkan dia tidak membawa bekal karena ia tergesa-gesa meninggalkan kota Mesir.

Diriwayatkan bahwa Musa berjalan selama delapan hari delapan malam, tanpa makanan dan dengan kaki telanjang. Tak ada yang bisa dimakan kecuali daun-daun kayu. Namun demikian, hatinya tetap tabah dan semangatnya tetap membaja karena ia luput dari kejaran Fir'aun. Dia telah selamat dari jebakan Fir'aun di waktu kecilnya, padahal banyak bayi laki-laki dari Bani Israil mati dibunuh, dan sekarang ia telah bebas dari kejaran Fir'aun di waktu ia sudah dewasa. Semua itu adalah karena rahmat dan lindungan Allah. Oleh karena itu, ia yakin dalam perjalanan yang jauh dan sulit itu, ia akan tetap berada dalam lindungan-Nya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Dan tatkala ia menghadap) yakni menuju (ke jurusan negeri Madyan) ke arahnya. Madyan adalah nama kota tempat nabi Syuaib, yang jauhnya kira-kira delapan hari perjalanan dari kota Mesir. Kota tersebut dinamai dengan nama pendirinya yaitu Madyan ibnu Ibrahim, sedangkan Nabi Musa belum mengetahui jalan menuju ke arahnya (ia berdoa lagi, "Mudah-mudahan Rabbku memimpinku ke jalan yang benar") maksudnya, jalan yang menuju ke arah negeri Madyan yang tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, yakni pertengahan. Allah mengutus malaikat yang membawa tongkat, lalu malaikat itu memimpin Nabi Musa menuju ke negeri Madyan.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Ketika Mûsâ mengarahkan kakinya menuju Madyan, kampung halaman Nabi Syu'ayb--sebuah negeri yang aman dan damai--Mûsâ memohon kepada Allah agar menunjukkan kepadanya jalan kebaikan dan keselamatan.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Qasas (القصص)

Arti:

Kisah-Kisah

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

88 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai dengan <i>Al Qashash</i>, karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata <i>Al Qashash</i> yang berarti <i>cerita</i>. Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa a.s. bertemu dengan Nabi Syua'ib a.s. ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syua'ib a.s. menjawab bahwa Musa a.s. telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim. Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad s.a.w. dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama. Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah. Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa a.s. sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga dengan surat Musa.