Tafsir Al-'Ankabut Ayat 21

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-'Ankabut:21)

Mendengar nasihat yang dikemukakan oleh orang itu dan melihat sikapnya yang menampakkan kejujuran dan keikhlasan, dengan segera Musa berangkat dalam keadaan selalu waspada, karena di belakangnya beberapa orang tentara Fir'aun telah siap-siap untuk mengepung dan menangkapnya. Alangkah beratnya tekanan yang diderita Musa. Walaupun demikian, ia tetap berusaha menyelamatkan dirinya dan berdoa kepada Allah, "Hai Tuhanku Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bebaskanlah aku dari cengkeraman kaum Fir'aun yang aniaya. Allah mengabulkan doanya dan menunjukkannya jalan menuju Madyan.

Menurut riwayat, Fir'aun memerintahkan kepada tentaranya supaya mengejar Musa sampai ke jalan-jalan kecil dan melarang mereka melalui jalan raya karena ia yakin bahwa Musa tidak mungkin akan menempuh jalan itu.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya) menerima azab-Nya (dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk menerima rahmat-Nya (dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan) yakni, hanya kepada-Nya-lah kalian kembali.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Allah menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya setelah penciptaan untuk kedua kalinya di akhirat, yaitu orang-orang yang ingkar kepada-Nya dan mengasihi siapa saja yang dikehendaki-Nya, yaitu orang-orang yang mengakui-Nya. Sesungguhnya hanya kepada-Nyalah tempat kembali seluruh makhluk untuk dihitung dan diberi balasan.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-'Ankabut (العنكبوت)

Arti:

Laba-Laba

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

69 Ayat

Deskripsi:

Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surrat Makkiyah. Dinamai <i>Al 'Ankabuut</i> berhubung terdapatnya perkataan <i>Al 'Ankabuut</i> yang berarti <i>laba-laba</i> pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.