Tafsir Al-Isra' Ayat 2

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Isra':2)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa a.s. sebagai pedoman hidup bagi Bani Israil. Allah swt menyuruh Musa a.s. agar mengatakan kepada kaumnya, "Janganlah kamu mengambil selain Allah sebagai penolong yang memberikan perlindungan dan menyelesaikan urusan-urusan kamu." Larangan yang ditujukan kepada kaumnya itu adalah larangan yang juga pernah disampaikan oleh rasul-rasul sebelumnya dengan perantaraan wahyu Allah. Terkandung pula dalam larangan di atas perintah agar manusia menyembah kepada Allah semata dan larangan menyekutukan sesuatu yang lain dengan-Nya. Terdapat juga larangan meminta bantuan dalam segala urusan kecuali kepada-Nya.

Pemberian kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. sebagai pedoman untuk kaumnya adalah untuk memberikan pengertian kepada kaum Muslimin, bahwa di antara tugas-tugas para rasul ialah menyampaikan agama tauhid, sebagaimana tugas Nabi saw kepada mereka. Juga untuk mengingatkan mereka agar jangan meniru sikap umat-umat terdahulu, dimana sepeninggal rasul-rasulnya, mereka membuat-buat takwil terhadap firman-firman Allah menurut kehendaknya, dan bergelimang dalam lembah dosa dan kesesatan yang nyata.

Itulah sebabnya maka Allah swt menyebutkan berulang kali dalam Al-Qur'an keistimewaan Musa a.s. dan kelebihan Bani Israil dari bangsa-bangsa lain yang ada pada masa itu. Allah menyebutkan pula nikmat yang diberikan kepada mereka, dengan maksud agar hati nurani mereka tergugah, lalu kembali ke jalan yang benar, dan hidup sesuai dengan petunjuk-Nya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

Allah swt. berfirman: (Dan Kami berikan kepada Musa kitab) yakni kitab Taurat (dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel) dengan firman: ("Janganlah kalian mengambil penolong selain Aku") di mana mereka menyerahkan semua perkara mereka kepada-Nya. Menurut suatu qiraat lafal tattakhidzuu dibaca yattakhidzuu dengan versi ungkapan iltifat; dan huruf an adalah zaidah, sedangkan makna al-qaul diperkirakan keberadaannya.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Sesungguhnya Bayt al-Maqdis telah dihuni oleh Banû Isrâ'îl setelah Mûsâ hingga akhirnya mereka membuat kerusakan di sana dan terusir. Padahal Kami telah memberikan Tawrât kepada Mûsâ yang berisikan petunjuk bagi mereka. Kami berfirman kepada mereka, "Janganlah kalian serahkan segala perkara kalian kepada selain Allah.

Informasi Surat

Nama Surat:

Al-Isra' (الاسراۤء)

Arti:

Memperjalankan Malam Hari

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

111 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan dengan <i>Al Israa'</i> yang berarti <i>memperjalankan di malam hari</i>, berhubung peristiwa Israa' Nabi Muhammad s.a.w. di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini. Penuturan cerita Israa' pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad s.a.w. beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.<br> Surat ini dinamakan pula dengan <i>Bani Israil</i> artinya <i>keturunan Israil</i> berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah s.w.t. Dihubungkannya kisah Israa' dengan riwayat <i>Bani Israil</i> pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.