Tafsir Asy-Syu'ara' Ayat 153

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Asy-Syu'ara':153)

Semua yang dikemukakan Nabi Saleh kepada kaumnya, berupa bukti-bukti kebenaran dakwah, tidak dapat mereka bantah. Bahkan hati mereka mengakui kebenaran yang disampaikan kepada mereka, tetapi jiwa mereka yang telah rusak yang menyebabkan mereka ingkar kepada seruan Nabi Saleh. Oleh karena itu, mereka mengatakan kepada Nabi Saleh, "Hai Saleh, engkau mengemukakan sesuatu kepada kami yang bertujuan agar kami meninggalkan agama nenek moyang kami, dan mengikuti agama yang engkau bawa. Cara-cara engkau menyampaikan agama itu sangat menarik dan memesona kami, seakan-akan engkau telah menyihir kami. Sebenarnya engkau telah gila dan terkena sihir, karena tuhan kami telah menimpakan penyakit gila kepadamu, maka tiada pantas lagi kami mendengar perkataanmu dan menerima ajakanmu."

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir) termasuk orang-orang yang banyak kena sihir, sehingga akalnya tidak waras lagi.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Mereka berkata, "Kamu tidak lain hanyalah seorang yang terkena pengaruh sihir yang kuat sehingga akalnya tidak berfungsi." Begitulah, mereka memberikan jawaban yang keras dan menyakitkan.

Informasi Surat

Nama Surat:

Asy-Syu'ara' (الشعراۤء)

Arti:

Para Penyair

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

227 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan <i>Asy Syu'araa'</i> (kata jamak dari <i>Asy Syaa'ir</i> yang berarti penyair) diambil dari kata <i>Asy Syuaraa'</i> yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.