Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-A'raf:151)
Mendengar jawaban Harun itu, lembutlah hati Musa, dan beliau pun berkata sambil berdoa, "Wahai Tuhanku, ampunilah aku terhadap perbuatanku yang terlalu kasar terhadap saudaraku, baik berupa perkataan maupun perbuatan, dan ampunilah segala kelemahan saudaraku sebagai wakil dan penggantiku dalam bertindak terhadap orang-orang yang sesat itu. Wahai Tuhanku masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu yang luas dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Pengasih."
Dengan doa Nabi Musa itu hilanglah harapan-harapan orang yang menginginkan terjadinya perpecahan antara Musa dan Harun, dan orang-orang yang menginginkan agar Musa bertindak keras terhadap saudaranya Harun itu.
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa Harun tidak terlibat sedikit pun dalam perbuatan kaumnya yang menyembah anak sapi, sesuai dengan pernyataannya kepada saudaranya Musa itu.
Dengan doa Nabi Musa itu hilanglah harapan-harapan orang yang menginginkan terjadinya perpecahan antara Musa dan Harun, dan orang-orang yang menginginkan agar Musa bertindak keras terhadap saudaranya Harun itu.
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa Harun tidak terlibat sedikit pun dalam perbuatan kaumnya yang menyembah anak sapi, sesuai dengan pernyataannya kepada saudaranya Musa itu.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Musa berdoa, "Ya Tuhanku! Ampunilah aku) atas apa yang telah kuperbuat terhadap saudaraku (dan saudaraku) Musa menyertakan saudaranya dalam doa demi untuk membuatnya rela atas apa yang telah ia lakukan kepadanya dan sekaligus untuk menolak agar musuh jangan girang melihat sikapnya terhadap saudaranya itu (dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.") Allah berfirman,
Tafsir Quraish Shihab dkk
Mûsâ berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku karena telah menuduh saudaraku sebelum jelas duduk persoalannya. Ampunilah saudaraku jika ia memang melakukan kekurangan dalam mengemban tugas sebagai wakilku. Dan masukkanlah kami dalam limpahan rahmat-Mu, karena Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-A'raf (الاعراف)
Arti:
Tempat Tertinggi
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
206 Ayat
Deskripsi:
Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat <i>Assab 'uththiwaal</i> (tujuh surat yang panjang). Dinamakan <i>Al A'raaf</i> karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.