Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Al-Muzzammil:14)
Ayat ini menerangkan bahwa azab tersebut terjadi pada hari di mana bumi dan gunung berguncang sekeras-kerasnya sehingga gunung dan bukit menjadi berserakan, bercerai-berai seperti tumpukan pasir yang beterbangan. Firman Allah dalam ayat lain:
Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 5)
Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 5)
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Pada hari berguncang) karena gempa yang dahsyat (bumi dan gunung-gunung, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan) tumpukan-tumpukan pasir (yang beterbangan) menjadi debu yang beterbangan yang pada sebelumnya kokoh bersatu. Lafal mahiilan berasal dari lafal haala, yahiilu; bentuk asalnya adalah mahyuulun, kemudian karena mengingat harakat dhammah dianggap berat atas huruf ya, maka dipindahkan kepada huruf ha, sehingga jadilah mahuwylun. Kemudian huruf wawu dibuang karena mengingat kedudukannya yang zaidah, sehingga jadilah mahuylun, selanjutnya harakat damah diganti menjadi kasrah untuk menyesuaikannya dengan huruf ya, sehingga jadilah mahiilun.
Tafsir Quraish Shihab dkk
Pada hari ketika bumi dan gunung-gunung bergoncang dengan amat kerasnya, sehingga gunung- gunung yang sebelumnya terdiri atas batu-batu yang kuat dan kokoh menjadi tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-Muzzammil (المزّمّل)
Arti:
Orang Yang Berselimut
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
20 Ayat
Deskripsi:
Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam.<br>Dinamai <i>Al Muzzammil</i> (orang yang berselimut) diambil dari perkataan <i>Al Muzzammil</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan <i>orang yang berkemul</i> ialah Nabi Muhammad s.a.w.