Tafsir Kementerian Agama RI
(QS. Al-Furqan:13)
Bila mereka dilemparkan ke suatu tempat yang sempit di neraka itu dengan tangan terbelenggu di sanalah mereka akan berseru "Celakalah aku! Kenapa aku dahulu mengacuhkan petunjuk yang diturunkan Allah dengan perantaraan Rasul-Nya, kenapa aku membantah dan menolaknya benar-benar aku ini seorang yang celaka."
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Dan apabila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit di neraka itu) dapat dibaca Dhayyiqan dengan memakai harakat Tasydid pada huruf Ya, dapat pula dibaca Takhfif atau tanpa Tasydid sehingga bacaannya menjadi Dhayqan, maksudnya neraka itu menghimpit mereka. Lafal Minhaa berkedudukan menjadi Hal dari lafal Makaanan, karena pada asalnya ia adalah kata sifat baginya (dengan dibelenggu) yakni tangan dan leher mereka dibelenggu menjadi satu; harakat Tasydid yang ada pada lafal Muqarraniina menunjukkan makna Taktsir atau banyak (mereka di sana mengharapkan kebinasaan) maksudnya mereka ingin mati saja karena pedihnya siksaan. Dikatakan oleh Allah swt. kepada mereka,
Tafsir Quraish Shihab dkk
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka--sesuai dengan kejahatan mereka--dalam keadaan tangan terbelenggu di leher, di sana mereka berteriak meminta segera dibinasakan agar cepat terbebas dari pedihnya azab.
Informasi Surat
Nama Surat:
Al-Furqan (الفرقان)
Deskripsi:
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Dinamai <i>Al Furqaan</i> yang artinya <i>pembeda</i>, diambil dari kata <i>Al Furqaan</i> yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Quran.<br> Al Quran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. MAka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik.