Tafsir Taha Ayat 128

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Taha:128)

Pada ayat-ayat ini Allah meminta perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dengan tenang bagaimana kesudahan umat-umat yang telah lalu, mereka telah dibinasakan oleh Allah karena kekafirannya dengan menurunkan berbagai macam malapetaka, ada yang berupa angin topan, gempa yang dahsyat dan ada pula yang berupa suara keras yang mengguntur. Mereka dapat melihat dengan mata kepala sendiri bekas-bekas yang ditinggalkan oleh umat-umat yang telah binasa itu. Bekas-bekas itu menunjukkan bahwa mereka adalah umat-umat yang kuat dan jaya pada masanya memiliki bangunan-bangunan yang besar dan kokoh, mempunyai kebudayaan yang tinggi lebih dari apa yang dimiliki orang-orang kafir Mekah. Tetapi karena keingkaran dan kedurhakaan, mereka dibinasakan Allah dengan sekejap mata, tak seorang pun yang selamat dari malapetaka itu. Yang dapat dilihat sekarang hanya puing-puing bekas istana dan benteng-benteng pertahanan mereka.

Kaum musyrik Mekah dalam perjalanan dagang mereka di musim panas dan di musim dingin melalui bekas-bekas kerajaan yang telah runtuh itu, tetapi mereka tidak pernah memikirkan apa sebabnya maka kerajaan-kerajaan itu hancur dan musnah, dan menganggap hal itu adalah akibat bencana alam belaka. Seharusnya mereka dapat mengambil pelajaran dari umat-umat yang dahulu dan menginsafi bahwa bagaimanapun kuat dan jayanya satu umat, bila Allah menghendaki kehancuran mereka, karena kedurhakaan dan kekafiran tak ada yang dapat mempertahankan atau membela mereka. Mengapa hal ini semua tidak menjadi perhatian mereka. Sebenarnya kalau mereka mau berpikir, amat banyak pelajaran dan bukti-bukti kekuasaan Allah yang terdapat pada umat-umat yang telah hancur binasa itu, tetapi anehnya mereka tidak mengindahkannya.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Maka tidakkah menjadi petunjuk) yakni tidak jelas (bagi mereka) orang-orang kafir Mekah (berapa banyak) lafal Kam di sini adalah kalimat berita yang berkedudukan menjadi maf'ul (Kami membinasakan) sudah berapa banyak telah Kami binasakan (umat-umat sebelum mereka) umat-umat terdahulu disebabkan mereka mendustakan Rasul-rasul (padahal mereka berjalan) Lafal Yamsyuuna ini menjadi Hal daripada Dhamir Lahum (melewati peninggalan umat-umat itu?) sewaktu mereka berniaga ke negeri Syam dan negeri-negeri yang lain, seharusnya mereka mengambil pelajaran daripadanya. Disebutkan pengertian membinasakan, hal ini diambil dari Fi'il atau kata kerjanya tanpa memakai huruf Mashdar demi memelihara keselarasan makna, maka hal ini tidak dilarang. (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda) pelajaran-pelajaran (bagi orang-orang yang berakal) yakni bagi mereka yang berakal.

Tafsir Quraish Shihab dkk

Kenapa mereka berpura-pura buta terhadap ayat-ayat Allah, padahal sudah jelas bagi mereka bahwa Kami telah memusnahkan banyak bangsa terdahulu, akibat kekufuran mereka? Kenapa pula mereka tidak mengambil pelajaran dari bangsa-bangsa yang dihancurkan itu, padahal mereka berjalan di bekas rumah dan tempat tinggal bangsa-bangsa itu, dan menyaksikan bekas-bekas siksaan yang menimpa mereka? Sesungguhnya pemandangan itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat.

Informasi Surat

Nama Surat:

Taha (طٰهٰ)

Arti:

Taha

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

135 Ayat

Deskripsi:

Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai <i>Thaahaa</i>, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf <i>thaahaa</i> dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut: