Tafsir Asy-Syu'ara' Ayat 118

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Asy-Syu'ara':118)

Selanjutnya Nabi Nuh berdoa agar Allah memberikan keputusan yang adil mengenai permasalahan yang terjadi antara dirinya dan kaumnya. Ia telah mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk membawa mereka ke jalan yang benar, tetapi sambutan mereka justru berupa ancaman untuk mencederainya. Nabi Nuh yakin ancaman itu tidak main-main. Oleh karena itu, Nabi Nuh betul-betul berdoa agar ia dan kaum mukminin pengikutnya diselamatkan Allah dari ancaman tersebut.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Karena itu adakanlah keputusan antaraku dan mereka) putuskanlah (dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku").

Tafsir Quraish Shihab dkk

Nûh melanjutkan, "Maka putuskanlah perkara antara aku dengan mereka ini dengan suatu keputusan yang dapat membinasakan mereka yang telah mengingkari keesaan-Mu serta mendustakan rasul-Mu. Dan selamatkanlah aku dan orang-orang Mukmin yang menyertaiku dari siksa akibat pembangkangan mereka."

Informasi Surat

Nama Surat:

Asy-Syu'ara' (الشعراۤء)

Arti:

Para Penyair

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

227 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan <i>Asy Syu'araa'</i> (kata jamak dari <i>Asy Syaa'ir</i> yang berarti penyair) diambil dari kata <i>Asy Syuaraa'</i> yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.