Tafsir Asy-Syu'ara' Ayat 117

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Asy-Syu'ara':117)

Mendapat ancaman seperti itu, Nabi Nuh tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengadu kepada Allah bahwa kaumnya telah mendustakannya. Ia berharap dengan doa itu akan mendapat pertolongan dari Allah.

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Berkata) Nuh ("Ya Rabbku! Sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku).

Tafsir Quraish Shihab dkk

Nûh mengadukan kekukuhan pendustaan kaumnya, seraya berseru, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku adalah orang-orang yang selalu mendustakan aku." Oleh karena itu, Nûh mempunyai alasan untuk memohonkan keburukan bagi mereka.

Informasi Surat

Nama Surat:

Asy-Syu'ara' (الشعراۤء)

Arti:

Para Penyair

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

227 Ayat

Deskripsi:

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan <i>Asy Syu'araa'</i> (kata jamak dari <i>Asy Syaa'ir</i> yang berarti penyair) diambil dari kata <i>Asy Syuaraa'</i> yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.