Tafsir Kementerian Agama RI
(QS. Asy-Syu'ara':114)
Sekalipun Nabi Nuh telah berusaha siang dan malam menyeru kaumnya, namun mereka tetap tidak mengindahkannya. Menurut kaumnya, beriman dengan Nuh berarti merendahkan diri ikut bersama-sama orang-orang yang hina dina. Bahkan mereka memaksa Nuh segera mengusir orang-orang yang beriman dari negeri mereka, agar tidak merendahkan martabat dan agama nenek moyang mereka.
Nabi Nuh menjawab permintaan kaumnya dengan mengatakan bahwa dia tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman, sekalipun mereka itu orang-orang miskin, atau berasal dari golongan rendah menurut pandangan kaumnya. Mereka semua menurut pandangan Allah adalah orang-orang yang bertakwa. Keimanan dan ketaatan seseoranglah yang dijadikan ukuran, apakah ia orang yang baik dan mulia atau dia adalah orang yang hina.
Tafsir Jalalain (Indonesia)
(Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.)
Tafsir Quraish Shihab dkk
Dan aku tidak akan mengusir mereka yang mempercayai seruanku--bagaimanapun status mereka, kaya atau miskin--untuk sekadar memenuhi syarat yang kalian ajukan untuk beriman kepadaku.
Informasi Surat
Nama Surat:
Asy-Syu'ara' (الشعراۤء)
Arti:
Para Penyair
Tempat Turun:
Mekah
Jumlah Ayat:
227 Ayat
Deskripsi:
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan <i>Asy Syu'araa'</i> (kata jamak dari <i>Asy Syaa'ir</i> yang berarti penyair) diambil dari kata <i>Asy Syuaraa'</i> yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.
Bookmark Saya
Pengaturan
Tentang
dQuran | Al-Quran Tafsir Digital adalah aplikasi web untuk membaca Al-Quran lengkap 30 juz dengan terjemahan bahasa Indonesia dan berbagai tafsir.