Tafsir Ghafir Ayat 10

Tafsir Kementerian Agama RI (QS. Ghafir:10)

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa di akhirat orang-orang kafir yang sedang berada di dalam neraka merasakan azab yang amat pedih, saling membenci dan melaknat antara satu dengan yang lain. Bahkan mereka membenci diri mereka sendiri karena perbuatan yang telah dilakukannya di dunia yang menyebabkannya masuk neraka. Namun, malaikat berkata kepada mereka, "Sesungguhnya kebencian Allah pada saat kalian menolak seruan para nabi lebih besar dibandingkan dengan kebencianmu terhadap dirimu sendiri ketika menghadapi siksa neraka." Firman Allah:

Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. (az-Zukhruf/43: 67)

Dan firman-Nya:

¦Kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk¦ (al-'Ankabut/29: 25)

Tafsir Jalalain (Indonesia)

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka) oleh para malaikat, sedangkan mereka membenci diri mereka sendiri sewaktu mereka dimasukkan ke dalam neraka ("Sesungguhnya kebencian Allah) kepada kalian (lebih besar daripada kebencian kalian kepada diri kalian sendiri karena kalian diseru) sewaktu di dunia (untuk beriman, lalu kalian kafir.")

Tafsir Quraish Shihab dkk

Orang-orang kafir akan diseru, "Sesungguhnya kebencian dan kemurkaan Allah kepada kalian itu lebih besar dari kebencian kalian kepada diri kalian sendiri yang menjadi sumber turunnya siksa. Sebab kalian lebih memilih bersikap kafir daripada beriman ketika diajak beriman berkali-kali."

Informasi Surat

Nama Surat:

Ghafir (غافر)

Arti:

Maha Pengampun

Tempat Turun:

Mekah

Jumlah Ayat:

85 Ayat

Deskripsi:

Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar. Dinamai <i>Al Mu'min</i> (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan <i>mukmin</i> yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.<br>Dinamakan pula <i>Ghafir</i> (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat <i>Ghafir</i> yang terdapat pada ayat 3 surat ini. Ayat ini mengingatkan bahwa <i>Maha Pengampun</i> dan <i>Maha Penerima Taubat</i> adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai <i>Dzit Thaul</i> (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.